Ujian Tahfidz 2022

Ujian Tahfidz Kelas Reguler dan Khusus
SMP Shalahddin Malang
Senin, 13 Juni 2022, Program Tahfidz SMP Shalahuddin melaksanakan ujian tahfidz untuk siswa-siswi kelas 7 dan 8. Pada pelaksanaannya, ujian dibagi menjadi dua, yaitu ujian untuk tahfidz kelas reguler, dan ujian untuk tahfidz kelas khusus. Masing-masing kelas tersebut, juga menempati tempat ujian yang berbeda. Anak-anak yang masuk kelas reguler bertempat di masing-masing kelas mereka, sedangkan anak-anak kelas khusus, berada di masjid sekolah. Panitia yang bertugas menguji di kelas reguler dan khusus pun dibedakan. Kelas reguler diuji oleh panitia yang terdiri dari sejumlah guru yang telah ditugasi, sedangkan kelas khusus, diuji langsung oleh Ustadz Syamsul Mu’arif.

Di samping hal-hal yang telah disebutkan di atas, terdapat juga beberapa kritera penilaian yang telah ditetapkan oleh sekolah. Penilaian tersebut terdiri dari beberapa aspek, meliputi: Makhraj, tajwid, kelancaran, dan jumlah surat yang dihafalkan. Rentang nilai dari setiap aspek adalah 10 – 100 poin. Selain aspek-aspek tersebut, ada juga aspek penilaian—yang, apabila siswa terapkan ketika mereka ujian, akan menambah poin nilai mereka, yaitu nada bilqolam.
Ujian tahfidz dimulai sekitar pukul 08.00 sampai 10.30. Sebelum siswa maju untuk menyetorkan surat-surat yang telah mereka hafalkan selama mengikuti program tahfidz, siswa terlebih dahulu membaca surat al-fatihah bersama-sama, dengan memakai nada bilqolam dibimbing oleh masing-masing guru yang bertugas di kelasnya masing-masing. Selepas itu, penguji memanggil nama siswa untuk maju guna ditest kualitas dan kuantitas hafalan mereka, sesuai dengan aspek-aspek penilaian yang telah ditetapkan.

Terlihat dengan jelas, anekarupa raut muka siswa. Ada yang tampak duduk di sudut, berusaha berkonsentrasi, memejam mata dengan dahi berkerut, sambil mengulang-ulang bacaannya. Ada yang terlihat santai, karena barangkali telah hafal seluruh surat yang hendak diujikan. Ada pula yang tampak grogi, melafalkan ayat di hadapan penguji dengan terbata-bata.
Adapun, pelaksanaan ujian tahfidz ini, sebagai serangkaian kegiatan dari program tahfidz dinilai menjadi satu hal yang penting, menurut Ustadz Muhammad Amiruddin, adalah sebagai ikhtiar untuk mendekatkan anak-anak dengan al-qur’an. “Ikhtiar ini,” ucap beliau, “mungkin belumlah maksimal. Namun, usaha-usaha mendekatkan anak-anak dengan al-qur’an harus tetap digalakkan, di tengah era di mana perkembangan teknologi seperti gawai, terus-menerus mendistraksi situasi.”
(Yohan Fikri, S. Pd., Tim Konten Website SMP Shalahuddin)

