Tingkatkan Konservasi Air di SMP Shalahuddin

(02/09) Sebagai bagian dari program Adiwiyata yang diikuti oleh SMP Shalahuddin, koordinator kelompok kerja (pokja) konservasi air, ibu Tutik Mudjiati, mengadakan pembuatan dan perawatan lubang resapan biopori bersama tim. Bersamaan dengan kegiatan jum’at bersih (02/09/22), lima belas siswa yang masuk pokja tersebut ikut serta dalam program yang merupakan kali kedua dibuat di SMP Shalahuddin.
Lubang resapan biopori merupakan lubang yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah yang bertujuan untuk mengurangi genangan air dengan cara meningkatkan daya resapan air pada tanah. Lubang tersebut biasanya memiliki kedalaman 80-100 cm dengan diameter 10-30 cm. Biopori dapat mengurangi jumlah sampah organik yang ada di sekitar karena berdasarkan cara kerja dari biopori sendiri yang memerlukan adanya sampah organik untuk memicu biota tanah dalam membuat rongga atau pori dalam tanah. Rongga atau pori tersebut yang selanjutnya akan menjadi saluran bagi air masuk meresap ke dalam tanah.
Ibu Susi Mawarsari, ketua Adiwiyata SMP Shalahuddin menyampaikan, “Dulu pernah ada pembuatan biopori, akan tetapi karena ukuran yang terlalu kecil dan lama tidak terawat efek pandemic sehingga lubang resapan tertutupi dengan tanah dan tidak berfungsi dengan baik. Jadi, pada program kali ini kami membuat lubang resapan biopori yang lebih besar atau biopori jumbo”.
Dengan mempertimbangkan lokasi yang tepat untuk dipasang biopori, terdapat tiga lokasi yang dipilih. Lokasi tersebut yaitu depan selasar kelas VIII D, depan pos satpam, dan depan kantin SMP Shalahuddin. Pemilihan lokasi ini juga melihat kebiasaan ketika curah hujan tinggi agar genangan air yang ada di sekitar lokasi bisa terserap ke lubang resapan biopori. Dalam kesempatan tersebut, ibu Tutik Mudjiati bersama tim meletakkan sejumlah sampah organik ke dalam lubang biopori yang sudah dibuat, “Di sini kami memasukkan dedaunan kering dari pohon yang ada di tepi lapangan dan kulit dari buah-buahan agar biota tanah bisa membuat rongga atau pori dalam tanah yang akhirnya memperbanyak resapan tanah”.
Besar harapan dengan adanya program ini dapat meningkatkan kesadaran warga sekolah dan pembaca akan pentingnya konservasi air melalui pembuatan lubang resapan biopori sebagai salah satu contoh, mampu mengurangi jumlah sampah organik dengan memasukkannya ke dalam lubang biopori, dan program seperti ini dapat dikembangkan dengan baik serta dapat berjalan berkelanjutan.

